Hikmah Seorang Istri yang Posesif

Istri bersikap posesif kepada suaminya hingga selalu melarang suami untuk keluar rumah

Berita60 Dilihat

Bagi siapapun yang memiliki istri yang posesif, jangan langsung disangka sebagai pasangan rumah tangga yang tidak baik.

Apalagi sampai menjatuhkan tangan kepadanya karena di anggap telah membatasi pergaulan seorang suami. Tentunya, harus di analisis terlebih dahulu mengapa dia posesif dan apakah ada hikmah di balik sifatnya tersebut.

Nah, setelah kami mencoba menalar secara mendalam perilaku posesif dari seorang istri, ternyata memang ada beberapa hikmah di dalamnya.

Nah, kalau Anda ingin mengetahui hikmah seperti apa, maka silakan baca listicle di bawah ini sampai selesai. Ini dia ulasannya:

Hikmah Seorang Istri yang Posesif

1. Bukti Rasa Cinta

Istri bersikap posesif kepada suaminya hingga selalu melarang suami untuk keluar rumah, sejatinya memiliki hikmah sebuah bukti dari rasa cinta.

Pendeknya, istri berbuat demikian, tidak ada yang lain selain karena sayang dan cinta kepada suaminya.

Serta tidak ingin suaminya terjebak cinta perempuan lain di luar rumah.

Jika ini yang mendasari istri melakukan tindakan posesif, maka seharusnya seorang suami bangga bukan justru marah.

Karena tidak ada lagi penghargaan seorang istri kepada suami selain cintanya yang begitu besar.

Lebih jauh dari itu, seharusnya pernikahan harus tetap berdiri di atas cinta bukan yang lain.

Baca juga: Mag Paper Responsive Blogger Template

2. Tameng Dari Maksiat di Luar Rumah

Jika istri selalu melarang suami keluar rumah, anggap saja itu merupakan sarana untuk mencegah maksiat di luar rumah.

Alhasil, kehidupan lebih nyaman, keluarga juga lebih harmonis karena pasti di naungi oleh rahmat Allah.

Terkadang pula, istri posesif karena tahu kalau suaminya akan berbuat yang tidak baik di luar rumah seperti foya-foya bersama teman-temannya.

Nah, jika seorang suami memang tidak suka dengan maksiat, harusnya terbantukan dengan sikap posesif seorang istri.

Dan kalau pun merasa bosan di rumah terus, maka tidak mengapa untuk keluar rumah dengan catatan harus mengajak istri agar turut serta.

Terkadang dari sini kesetiaan itu akan bermunculan.

Baca juga: Using the Power of Social Media to Build Customer Loyalty

3. Terhindar Dari Pergaulan Buruk

Kebiasaan buruk tidak selalu dibentuk oleh kurangnya pendidikan tetapi juga karena pergaulan.

Nah, di sisi ini, siapapun harus pintar ketika memilih pergaulan yang akan dimasukinya.

Kalau tidak memiliki kemampuan tersebut, lebih baik berdiam di rumah daripada terjebak dan terpedaya.

Nah, istri posesif harus di tinjau dari pengharapan semacam ini.

Yang terpenting, ketika suami ada di rumah, istri tetap memperlakukannya dengan baik dan penuh kasih sayang.

Tetapi kalau perlakukan istri justru buruk, maka sifat posesif-nya akan menjadi bumerang.

Paling tidak suami punya alasan mengapa tidak lagi betah di rumah.

4. Sarana Imbal Balik Keshalehan

Hikmah istri yang posesif yang berikutnya ialah sebagai sarana imbal balik keshalehan.

Artinya, jika istri mengatur kebebasan suami, tentu wajar kalau si suami pun mengatur kebebasan si istri.

Dan ini harus di terima oleh kedua belah pihak dengan itikad baik dengan di dasarkan pada keinginan menjaga mahligai.

Semisal, istri melarang suami bergaul dengan perempuan lain, maka suami juga layak untuk melarang istri melakukan hal yang sama dengan pria lain.

Begitu juga dengan pelarangan pemasangan kode ponsel, masalah anggaran belanja dan lain sebagainya.

Dan ini harus di laksanakan dengan hati ikhlas bukan karena keterpaksaan.

5. Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga

Kalau istri selalu melarang suami keluar rumah karena alasan apapun untuk membenarkan tindakan posesif-nya, maka ambil hikmahnya saja.

Bahwa, dengan berdiam di rumah, sejatinya suami memiliki waktu yang lebih banyak dengan keluarga. Alhasil, istri dan anak tidak terbengkalai.

Ini juga memberikan imbas bagus kepada anak-anak. Karena mereka akan lebih sering berkumpul dengan kedua orang tuanya.

Di sisi lain, pasangan suami istri bisa saling mencurahkan perasaan sayang, kemesraan, saling bercanda dengan intensitas yang bagus.

Apakah tidak indah hubungan rumah tangga semacam ini.

6. Bisa Saling Menjaga Pasangan

Istri posesif terkadang disebabkan oleh keinginannya agar bisa terus bersama dengan suami.

Nah, dari kebersamaan inilah, akan muncul perasaan untuk saling menjaga masing-masing.

Bahkan, ini tidak hanya berlaku ketika sudah tiba waktu di rumah. Tetapi saat di kantor pun penjagaan ini kadang tetap ada.

Artinya, tidak mengapa istri menelpon suami yang sedang bekerja sekalipun hanya sekadar bertanya sudah makan atau belum.

Asalkan sebaliknya, istri harus bersedia dengan ikhlas kalau pas sibuk si suami juga menghubunginya sekalipun dengan alasan yang berbeda.

Intinya adalah, jangan dulu marah jika suami merasa terkungkung oleh sikap posesif istri.

7. Rumah Tangga Lebih Harmonis

Hikmah dari sikap posesif istri yang terakhir ialah rumah tangga akan lebih harmonis. Yang terpenting harus ada keadilan di dalam keluarga.

Seperti apa yang dilarang bagi suami, maka harusnya juga terlarang bagi istri.

Bukan justru sebaliknya, melihat suami pasang kode ponsel saja marah, sedangkan dirinya selalu mengaktifkan kode di ponselnya sendiri.

Contoh konkret-nya lagi ialah, suami selalu dilarang untuk keluar rumah di saat malam minggu.

Tetapi dirinya sendiri suka meninggalkan suami dengan alasan kumpul untuk  arisan. Jadi, posesif itu masih bisa diterima asalkan tidak ada egosentris dari salah satu pasangan.

Kalau membaca ulasan di atas tentang hikmah istri yang posesif, maka seharusnya tidak ada lagi keluarga yang bercerai karena masalah semacam ini.

Kecuali kalau posesif-nya berlebihan sampai-sampai membeli rokok di warung depan rumah saja  harus dilarang. Posesif di sini adalah pengaturan kebebasan yang masih dalam kondisi wajar dan masuk akal.

Baca juga: How to Index Your Website on Google

Penutup

Itulah informasi tentang Perlukah Mempunyai Teman Online? yang bisa kami sajikan, semoga bermanfaat.

Komentar