Menko Polhukam Temui MUI

Majelis Ulama Indonesia ini organisasi besar, di dalamnya ada 87 organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam

Politik30 Dilihat

Menko Polhukam Temui MUI beliau meminta Jaga Kondisi Pasca Pemilu 2024 – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Thahjanto bersama Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas di kantor MUI, Jakarta.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Thahjanto mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki pengaruh yang kuat untuk menjaga keharmonisan masyarakat, terlebih pasca Pemilu 2024.

Karena itu, dia mengatakan, penting pihaknya untuk mengandeng MUI bersama-sama untuk menjaga kondisi agar situasi politik kembali tenang. Adapun ini disampaikannya usai bersilahturahmi ke kantor MUI di Jakarta, Selasa 5 Maret 2024.

Menko Polhukam Temui MUI

Adapun Hadi Tjahjanto langsung diterima oleh Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud dan Anwar Abbas.

“Majelis Ulama Indonesia ini organisasi besar, di dalamnya ada 87 organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam, sehingga pengaruhnya ke masyarakat untuk menjaga keharmonisan di masyarakat itu sangat kuat sekali,” kata Hadi.

“Dan kaitnya dengan pasca pemilu, pileg, pilpres yang kondisinya saat ini juga masih terus kondusif, terus kita jaga, karena ini berkat juga dari kontribusi pada kiai yang ada di MUI ini,” sambungnya.

Hadi berharap, suasana yang kondusif bisa terjaga sampai pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih tahun 2024. Dia mengatakan, dengan situasi yang tentram ini, dunia akan melihat bahwa pesta demokrasi di Indonesia berjalan aman dan lancar.

“Ini sebuah harga diri bangsa. Itulah sebabnya kami mengajak ya, MUI terus menjaga kondisi yang saat ini terjadi, yaitu aman, tentram dan damai,” pungkasnya.

Baca juga: Hikmah Seorang Istri yang Posesif

Menko Polhukam soal Demo Kecurangan Pemilu 2024: Itu Riak-riak Kecil

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Thahjanto menyebut demonstrasi hari ini, Selasa (5/3/2024) di depan gedung DPR RI, Jakarta, hanya riak-riak kecil. Hadi memastikan suasana di masyarakat damai dan tak ada yang mempersoalkan pemilu 2024.

“Ah itu kan riak-riak kecil lah ya, riak-riak kecil. Tapi kalau di masyarakat saya turun ke lapangan, kemarin lihat masyarakat juga damai. Mencari nafkah juga dengan tenang, tidak dipermasalahkan lagi masalah masalah pemilu, aman semuanya,” kata Hadi Tjahjanto ditemui di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat.

Hadi menyatakan, berdasarkan pemantauannya di Kemenko Polhukam, situasi setelah pemilu masih aman.

Dia meminta para pihak yang tidak puas atau merasa dicurangi dalam pemilu 2024 bisa membawa ke jalur Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.

“Pantauan dari Kemenko Polhukam aman. Kemudian kita juga akan menunggu pengumuman tanggal 20 Maret nanti. Apabila ada permasalahan sengketa pemilu, ya disalurkan melalui Bawaslu dan MK. Ini adalah secara hukum,” kata Menko Polhukam.

“Semuanya kita pandang secara hukum dan kondisi sampai saat ini aman,” jelas mantan Panglima TNI ini.

Sempat Demo di Depan DPR

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Nasional Penyelamat Demokrasi dan massa dari Petisi Brawijaya menggelar aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Selasa (5/3/2024). Aksi ini salah satunya untuk mendukung hak angket atas pemilu 2024.

Dalam demo ini sempat adanya aksi bakar ban sebanyak lima buah yang di tumpuk menjadi satu di tengah jalan raya menuju arah Slipi, Jakarta Barat.

Dengan adanya aksi bakar ban tersebut membuat jalan arteri atau non-tol menuju arah ke wilayah Jakarta Barat yang melalui depan gedung DPR/MPR RI ini pun ditutup secara total.

Akan tetapi, sebelumnya untuk jalur bus Transjakarta atau busway sempat dibuka dan masih bisa dilalui oleh kendaraan. Namun, hingga berita ini diturunkan jalur tersebut juga ditutup.

Tak hanya melakukan aksi bakar ban, mereka juga melakukan petisi dengan menuangkan tanda tangan mereka pada sebuah spanduk yang dibentangkan di jalan dengan bertuliskan ‘Tolak Hasil Pemilu Dukung Hak Angket Tolak KKN’.

Dalam spanduk yang mereka bawa pun bertuliskan ‘Mahasiswa dan Masyarakat Cinta Indonesia Tolak Pemakzulan Tolak Segala Bentuk Tindakan Yang Memecah Belah Bangsa Sukseskan Pesta Demokrasi 2024’.

Sumber: Liputan6